Mendengar bahwa suatu pemeriksaan dapat menemukan kanker lebih awal mungkin membuat kita ingin segera menjalaninya. Namun, skrining tidak otomatis cocok untuk semua orang atau semua jenis kanker. Usia, riwayat kesehatan, dan panduan yang berlaku ikut menentukan keputusan.
Bedakan skrining dan diagnosis
Skrining ditawarkan kepada orang yang belum mengalami gejala tertentu untuk mencari kemungkinan tanda penyakit. Pemeriksaan diagnostik dilakukan ketika ada keluhan atau hasil awal yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Jika muncul perubahan tubuh yang mengkhawatirkan, jangan mengandalkan skrining rutin sebagai pengganti konsultasi.
Manfaat selalu punya batas
Hasil skrining dapat menunjukkan tanda yang perlu diperiksa lagi, tetapi itu belum selalu berarti seseorang terkena kanker. Sebaliknya, hasil yang tampak normal tidak menjamin bahwa masalah kesehatan mustahil terjadi. Sebagian pemeriksaan juga dapat menemukan kondisi yang mungkin tidak berkembang menjadi gangguan serius, sehingga tindak lanjut perlu dibahas dengan cermat.
Sesuaikan dengan kondisi
Jenis pemeriksaan dan waktu pelaksanaannya dapat bergantung pada usia, riwayat keluarga, hasil pemeriksaan sebelumnya, serta pedoman dan layanan yang tersedia. Di Indonesia, tanyakan kepada puskesmas atau tenaga kesehatan mengenai pilihan skrining yang sesuai dan langkah setelah hasilnya keluar. Membawa catatan riwayat kesehatan saat berkonsultasi bisa membantu percakapan menjadi lebih jelas.
